Pembelajaran membaca untuk kelas rendah pun harus mendapatkan perhatian yang serius. Khususnya untuk kelas I, guru harus berhati-hati dan cermat dalam menyusun perencanaan sekaligus pelaksanaannya. Hal ini penting karena kelas I merupakan fondasi bagi kelas-kelas berikutnya. Kelas I SD merupakan pintu gerbang bagi siswa memasuki dunia pendidikan formal. Sekali guru salah bertindak yang berdampak pada kegagalan siswa, akan sangat berpengaruh bagi kemajuan siswa selanjutnya. Itu sebabnya guru harus benar-benar berhati-hati.
Kita bisa menggunakan kata-kata seperti nama teman yang dimilikinya, nama bunga yang ada di halaman rumah, kegiatan yang dilakukan sehari-hari atau yang lainnya. Jangan berikan anak kosakata yang masih asing dalam kesehariannya karena itu akan membuatnya kesulitan untuk memahaminya. Selain itu, jika ada kemungkinan saat proses membaca anak ternyata tidak bisa melakukannya secara langsung, Kita bisa melakukannya dengan memintanya untuk belajar mengeja terlebih dahulu.
Welcome to our blog page! As a printing company, we are very fond of design and printing, which is why on this page you will see a lot of articles related to design and printing.But no worries, you can also find articles about marketing and promotion, travel, health, culinary and other topics on this page. What is more, we provide you tutorials to enrich your knowledge. To make it easy for you, we have classified our articles into different categories. All you have to do is clicking on the categories you like and you can start reading. We hope you love the articles. Happy reading!
Meski cara ini relatif adalah cara lama, menempel abjad ABC di dinding bakal menarik perhatian anak. Begitu mereka sudah tertarik, baru kamu ajarkan bagaimana cara membacanya. Apalagi abjad ABC sekang ini sudah di desain dengan sangat menarik. Kalau anak tidak tertarik, tempel pula beberapa gambar hewan dan buah. Gunakan itub  sebagai media yang menarik anak. Dekat dengan tempat bermain atau tempat tidurnya lebih baik.
Bagi guru atau orang yang tidak mengetahui mengenai disleksia, mereka akan memberi cap kepada anak tersebut sebagai anak yang bodoh. Padahal, menurut Ketua Pelaksana Harian Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI), dr Kristiantini Dewi, SpA mengatakan, disleksia merupakan kelainan genetik yang berbasis neurologis. Gangguan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan kebodohan, tingkat ekonomi maupun motivasi belajar. Penyandang disleksia sebetulnya memiliki Intelegency Quotient (IQ) dalam tingkat yang normal atau bahkan di atas rata-rata. Mereka hanya mengalami kesulitan berbahasa, baik itu menulis, mengeja, membaca, maupun menghitung.
Ketemu Kang Dupa lagi Bismilah kali ini kang Dupa mau berbagi tips agar belajar membaca anak TK menjadi lebih mudah. Mengajari membaca anak memang harus sabar karena setiap anak selalu memiliki pemahaman yang berbeda-beda. Beberapa anak mungkin akan lebih cepat memahami kosa kata sehingga bisa membaca lebih lancar. Mengajarkan kosa kata pada anak agar lebih cepat membaca ternyata tidaklah sulit. Hal ini tergantung dari bagaimana orang tua mengajarkannya, khususnya dalam mengajari membaca untuk anak TK.
Awalnya aku mengira tidak akan menyukai kisah-kisah pengkhianatan seperti ini. Pandangan orang bahwa pihak-pihak yang dikhianati selalu menjadi orang yang paling menderita terbantahkan oleh rangkaian kisah dalam novel ini. Winna efendi benar-benar peracik kisah yang ulung. Sebagai pembaca, aku tetap memahami bahwa pengkhianatan tak akan pernah menjadi hal yang benar. Freya dan Adrian tetap bersalah ketika memutuskan berhenti mencintai kekasih mereka. Namun aku menyadari bahwa mereka pun merasakan penderitaan yang sama ketika harus menanggung rasa bersalah dan rindu dalam waktu bersamaan.

Anak biasanya suka tidur-tiduran di karpet. Maka ada baiknya jika karpet yang kamu pilih adalah karpet yang memiliki gambar tertentu yang menarik lengkap dengan keteranganya. Usahakan tulisan yang dimuat memiliki ukuran yang cukup besar dengan jenis font yang biasa saja. Dengan begitu, ketika anak tidur-tiduran di karpet, ia akan melihat tulisan dan gambar. Begitu ia tertarik dengan gambar, cobalah untuk melihat tulisan dan ajarkan bagaimana cara membacanya.

Anak-anak biasanya akan lebih mudah memahami bacaan bila memakai alat bantu seperti spidol atau stabillo. Bagi para Ibu sebaiknya mencoba cara ini, cobalah untuk memakai spidol dengan warna yang berbeda agar anak lebih mudah membaca dengan benar sekaligus merupakan cara yang asyik dalam belajar membaca. Hal ini sekaligus bisa dipakai untuk mengajari anak dalam membedakan warna.


Aku salut dengan penulisnya, Mbak Yennie Hardiwidjaja, berhasil membuat tokoh bernama Salma ini tetap jutek dan dingin hingga menjelang akhir cerita. Meski sempat kesal dengan berbagai tingkah Salma yang terkesan semaunya, sangat egois dan menilai semuanya dengan uang. Tapi ketika mengetahui penyebab kenakalan Salma, apa yang dialaminya di masa lalu, serta apa yang telah dilakukan oleh Indra dan kawan-kawannya, entah kenapa aku mulai bisa memahami apa yang Salma rasakan. 
Ini terjadi pada seorang sahabat juga. Anak dipaksakan oleh orangtua untuk masuk kuliah jurusan Kimia. Padahal sang anak lebih menyukai bidang linguistik. Akhirnya, apa yang terjadi? Dapat 3 tahun menjalani kuliah, tidak sampai lulus, ia memutuskan untuk keluar dari kuliah (padahal nilai IP nya bagus-bagus) dan sang anak lebih menyukai untuk menekuni aktivitas barunya sebagai guru, mengajar Bahasa Inggris di sebuah sekolah SMA swasta di Mojokerto. Dan pada akhirnya, ia start kuliah lagi jurusan Bahasa Inggris. Start kuliah mulai dari nol. Lalu, pertanyaannya: ke mana waktu dan biaya kuliah selama 3 tahun yang telah terbuang?
Alasan ini memang masuk akal. Dulu kita terpola untuk membaca dengan cara mengarahkan mata kita mengikuti kata demi kata yang tertulis pada setiap baris dalam buku. Padahal jika dicermati, cara ini membuat mata kita cepat lelah karena harus bergerak ke kiri dan ke kanan sesuai dengan arah kata yang tertulis di setiap baris dalam buku. Tak hanya itu, cara membaca seperti itu, juga menyebabkan proses membaca menjadi berlangsung lama. Manakala kita mencoba mempercepatnya, maka hasilnya yang didapat pertama kali adalah kepala langsung pusing akibat gerak mata yang kelewat cepat. Lebih buruk lagi, membaca cepat dengan cara itu, tak memberikan masukan apapun, karena memori dalam otak kita tak sempat menangkap secara utuh informasi yang disajikan tulisan yang kita baca.
Apabila pikiran bawah sadar tidak menyimpan data “otak”, ia tetap memberikan respons kepada pikiran sadar Anda, yakni dengan mengirimkan sembarang data kepada pikiran sadar secara acak, misal mulai dari ponsel, roti, kopi, banjir, hingga tagihan Anda. Respons itu membuat perhatian Anda terpecah-pecah sehingga Anda tidak dapat berkonsentrasi pada konsep “otak” yang sedang Anda pikirkan.
Sampah merupakan satu hal yang seakan menjadi pemandangan “wajib” saat banjir. Terutama di musim hujan seperti sekarang. Kesadaran masyarakat akan hidup bersih memang masih kurang sampai saat ini. Masih ada saja orang-orang yang begitu asyik membuang sampah ke sungai tanpa rasa bersalah. Untuk mencegah masalah ini berkelanjutan secara terus menerus perlu diawali dari langkah yang sederhana. Salah satunya mengajak si kecil untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Kita ajak si kecil untuk membuang sampah pada tempatnya. #YukBacakanBuku "Aku belajar membuang sampah" dari Halo Balita. Semoga si kecil jadi tahu betapa pentingnya cinta terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Dengan memberikan bacaan yang tepat, misalnya novel karya Wiwid Prasetyo yang berjudul “Orang Miskin dilarang Sekolah”, seorang anak bisa memahami berbagai keadaan di masyarakatnya. Sementara itu, anak-anak yang lebih muda bisa belajar banyak dari cerita bergambar “Curious George” karena selain penuh warna, bahasa yang digunakannya sangat mudah dan sederhana.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesaia di Sekolah Dasar (SD), kita mengenal ada pembelajaran untuk kelas tinggi dan pembelajaran untuk kelas rendah. Yang dimaksud dengan pembelajaran kelas tinggi adalah pembelajaran untuk kelas IV, V, dan VI. Sedangkan pembelajaran kelas rendah meliputi pembelajaran untuk kelas I, II, III. Tentu saja pembelajaran untuk kelas tinggi tidak sama dengan pembelajaran untuk kelas rendah.
Jangan berfikir bahwa pada usia 3-4 tahun terlalu cepat bagi anak untuk mempelajari hal yang sulit seperti membaca. Anda harus percaya bahwa seorang balita sehat mempunyai kemampuan dan kemauan untuk belajar yang tidak tertandingi. Anda pasti sering melihat anak-anak sudah pandai menirukan gaya bicara orang dewasa, menyanyikan lagu bahkan yang menakjubkan menjadi hafidz qur’an.
Saya sampai stress memikir kan anak saya yg sdh kls 1Sd mau ke kls 2sd blm bisa baca sdh 3 tempat les yg saya cb titip kan anak di bimbing tetapi blm ada hasil yg memuas kan….tetap sama masih mengeja huruf dan terkadang suka lupa huruf…sy merasa malu ama teman”karena di kira tidak tidak ngajarin anak di rmh.apa solusi yg tepat untuk anak saya apa harus les privat ke rmh saja.
Sebab itu dalam pembelajaran harus ada: gambar, benda nyata, tulisan, dan lain-lain (yang isa diamati atau dilihat oleh kelompok Visual); suara yang bisa didengar atau huruf, kata, kalimat yang bisa diucapkan (untuk kelompok Auditorial); serta siswa bisa melakukan manipulasi benda atau alat-alat pelajaran (untuk kelompok kinestetik). Untuk jelasnya, silakan cek kembali artikel tentang Memahami Indera Belajar Siswa.

Dalam artikel ini, penulis akan menyampaikan kepada Anda satu faktor yang mengganggu konsentrasi Anda saat membaca buku. Jika suara bising, keramaian, dan peristiwa yang menarik perhatian Anda merupakan gangguan yang datang dari luar, gangguan konsentrasi yang akan penulis sampaikan kepada Anda ini merupakan gangguan yang datang dari dalam diri Anda.
Ia kemudian membuat desain bangunan taman baca tersebut. Setiap selesai jam sekolah, ia pulang kembali ke rumahnya, sholat, makan dan berganti baju seperti buruh kasar, pakai kaos atau baju lain yang tidak lagi memperlihatkan dia sebagai kepala madrasah. Dibantu oleh sekuriti dan cleaning service, ia memotong-motong bambu, menggergaji tripleks dan lain-lain, mewujudkan desain bangunan yang telah ia buat dari jam 2 sampai jam 5.30 sore.
Saya selalu percaya kalau belajar membaca itu tidak perlu diburu-buru, kalau masa peka anak sudah tiba, pasti akan mudah belajar membaca. Okay, that was a lie. Waktu Aira kecil, saya pernah membaca di satu buku yang mengaitkan soal golden age anak dengan belajar membaca, yang disimpulkan dengan kalimat: jadi … cepat, sebelum anak Anda berusia 5 tahun, ajari ia baca segera!
×