Memang kemudian setelah saya banyak diskusi dan mendengar dari yang ahli soal perkembangan anak, mengajari anak membaca itu nggak salah, yang penting caranya sesuai, dan masa peka anak sudah muncul. Tentunya si masa peka ini bisa distimulasi agar muncul, lagi-lagi caranya harus sesuai. Jika masa peka sudah muncul, maka belajar membaca bagi anak adalah hal yang mudah karena si anak memang sudah siap. Ini kemudian saya buktikan pada Aidan. Nanti akan saya share di artikel terpisah mengenai Aidan yang ternyata lebih cepat proses belajar membacanya, ya!
Membiasakan anak-anak untuk membaca sejak dini adalah investasi jangka panjang buat mereka. Rasa percaya diri, kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, juga memiliki intelektualitas dapat didapat melalui membaca. Yuk, perbanyak koleksi bacaan kita di rumah, supaya kita dan keluarga terbiasa untuk membaca. Jangan lewatkan juga artikel 10 Fakta dan Manfaat Membaca ini.
Lalu, entah mulai kapan, Aira bisa membaca. Anak ini memang autopilot. Di SD Aira gak mengalami kesulitan sama sekali. Nilainya bagus. Saya gak perlu men-drill atau dikte soal-soal ketika ia mau ulangan, Aira baca sendiri bahan-bahannya di buku. Tidak ada pressure ketika belajar, tambah tinggi tingkat kelasnya, tambah baik nilai Aira. Aira suka membaca, ini yang memudahkan dia dalam belajar. Dia nggak keberatan atau kesulitan ketika membaca buku cetak atau catatan, atau mengerjakan tugas.
Sehingga, hanya karena berawal dari sakit kepala saja, bisa-bisa upaya kita mengejar impian dan kesuksesan menjadi tertunda atau bahkan tak tercapai karena ketidaktahuan dengan baik mengenai hal ini dan penanganan yang tepat. Terlebih lagi bila kita tidak 'sedia payung sebelum hujan' alias tidak memiliki asuransi kesehatan, bisa-bisa kantong Anda jebol dan keuangan jadi berantakan.
Bedanya? Aku menemukan banyak hal yang natural di sini. Tentang sifat, sepak terjang, topik pembicaraan, pikiran 'nakal' yang sesekali (mungkin seringkali) melintasi benak mereka, yang menurutku penulis wanita tidak bisa mengangkatnya. Mungkin bukan tidak bisa, tapi tidak ingin. Mungkin takut tokoh-tokoh itu tidak admirable lagi atau tokoh mereka akan cacat di mata pembaca.
Peneliti telah memastikannya dengan mengamati kegiatan membaca buku dari 250 pasangan orang tua dan bayi sejak si bayi berusia enam bulan hingga memasuki 4,5 tahun. Peneliti juga mempertimbangkan berapa banyak buku yang dibaca, seberapa sering kegiatan ini dilakukan (utamanya dalam sepekan) dan juga apakah orang tua mendiskusikan buku itu dengan anaknya atau tidak.
Mengajari membaca anak TK mesti dengan cara yang berbeda. Cobalah untuk menciptakan suasana yang kreatif supaya anak merasa tidak sedang belajar. Dengan menggunakan cara yang lebih kreatif akan membantu perkembangan otak kanan yang akan memudahkan anak dalam belajar membaca. Melatih perkembangan otak kanan harus dimulai sejak kecil untuk menghasilkan tumbuh kembang yang lebih berkualitas.
Membaca sendiri merupakan keterampilan bahasa tulis yang bersifat reseptif, sehingga kegiatan ini termasuk kegiatan yang kompleks dan melibatkan berbagai keterampilan. Membaca merupakan proses untuk memahami makna suatu tulisan. Proses yang dialami dalam kegiatan membaca adalah: mengenali huruf dan kata-kata, menghubungkan dengan bunyi, mengenali makna, menyimpulkan bacaan sesuai konteks wacana.
Anak usia 4 tahunan biasanya tidak terlalu suka padasaat dipaksa, akan tetapi para orang tua juga jangan menyerah saat anak tidak suka dalam belajar membaca. Bujuklah anak pelan-pelan hingga anak mempunyai keinginan sendiri dalam bekajar membaca. Para Ibu harus lebih sabar pada saat membujuk anak dalam belajar. Biasanya anak TK akan lebih mudah dibujuk supaya mau diajari untuk membaca.
Memasuki usia 2 tahun, ketertarikan anak pada benda-benda di sekelilingnya akan semakin meningkat. Mereka selalu ingin menyentuh apa saja yang terasa asing di matanya. Agar tersalurkan secara optimal, Bunda bisa mengenalkan mereka pada buku-buku bergambar. Setelah mengenal buku dengan lebih baik, secara bertahap Bunda bisa mulai mengajari anak membaca.
Pada bagian menulis, anak-anak diajarkan cara menulis huruf lepas dan tegak bersambung langkah demi langkah. Selanjutnya, anak diajak menebalkan contoh huruf yang masih putus-putus, kemudian mencoba menulis sendiri pada baris berikutnya. Pada latihan menulis ini disediakan juga garis bantu yang akan membiasakan anak menulis lebih rapi dengan ukuran huruf yang seragam. 'Isi Lengkap: 1.
Kalau mahukan mereka minat membaca, bacakan buku pada anak-anak. Untuk anak sekecil 2-3 tahun, jika ibu-bapa selalu membaca buku ‘favourite’ mereka, jangan terkejut jika anak boleh hafal segala isi cerita dalam buku tersebut. Walaupun dengan pelat-pelat mereka, kita boleh mendengar butiran yang keluar dari mulut anak-anak. Tidak percaya? Cubalah dahulu.

Pertama, seseorang harus tahu apakah grafik itu sebelum berusaha membedah informasi yang disajikan. Secara ringkas, grafik adalah penggambaran nilai tukar yang terjadi antara instrumen keuangan yang disajikan dan digambarkan dalam grafik. Kemampuan membaca grafik adalah bagian dan inti dari berdagang karena memungkinkan Anda tidak hanya melacak perdagangan Anda saat ini, tetapi juga membantu mendeteksi tren yang berkembang untuk perdagangan Anda di kemudian hari.
×